Buku ini ditulis tahun 2012 selama menjadi Shadowteacher di SDN Percobaan 1 Malang (Inklusi)
Dalam pendidikan inklusi, istilah berkebutuhan khusus dikonotasikan sebagai suatu keadaan yang menyimpang dari rata-rata umumnya, efek penyimpangan yang dialami oleh seseorang yang seringkali mengundang perhatian orang-orang di sekitar, baik sesaat maupun berkelanjutan (Efendi, 2006: 2). Anak berkebutuhan khusus atau lebih sering disebut ABK adalah anak berkelainan yang membutuhkan perhatian khusus. Dulu istilah ABK adalah anak berkelainan atau ALB (Anak Luar Biasa), kemudian diperhalus menjadi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), sebutan ini berlaku di sekolah inklusi.
Mulyono (2000) dalam Wardani dkk dalam buku Pengantar Pendidikan Luar Biasa (2007) menyebutkan 5 kategori penyimpangan kondisi anak, yaitu:
1. Penyimpangan dalam bidang intelektual (terdiri dari intelektually superior bagi anak yang luar biasa cerdas dan tunaghrahita bagi anak yang tingkat kecerdasannya rendah)
2. Penyimpangan karena hambatan indra (tunanetra dan tunarungu)
3. Kesulitan belajar (Slowlearner, ADD dan ADHD)
4. Penyimpangan prilaku (tunalaras)
5. Penyimpangan ganda/berat (tunaganda)
Kesulitan belajar pada kriteria ketiga dari teori di atas adalah kesulitan dalam hal memahami tentunya, gaya belajar dan tingkat pemahaman yang lamban atau rendah adalah masalah yang serius yang perlu ditangani.
Dalam hal ini, buku ini akan memfokuskan masalah yang dialami oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki tipe kesulitan belajar ADD, yaitu Attention Deficit Disorder yang berarti gangguan pemusatan perhatian atau konsentrasi. Untuk itu, penulis mengambil judul “Tips Mengatasi Anak Berkebutuhan Khusus Tipe ADD (Attention Deficit Disorder)”. Semoga bermanfaat.
1. Perbedaan ADD dan ADHD
Seringkali ditemukan beberapa wali murid yang masih belum bisa membedakan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang bertipe ADD dan ADHD. ADD dan ADHD jelas berbeda. Perbedaannya hanya terletak pada huruf H yang berarti Hiperaktif. ADD sendiri adalah singkatan dari Attention Deficit Disorder (Gangguan Pemusatan Perhatian), sedangkan ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit + Hiperactive Disorder (Gangguan Pemusatan Perhatian disertai prilaku Hiperaktif). Dengan demikian, gangguan yang dialami keduanya sangatlah berbeda, cara mengatasinya pun berbeda. Selain ADD dan ADHD, masih banyak lagi tipe-tipe anak berkebutuhan khusus dengan beragam ketunaannya. Ada autism (autis), slowlearner (lamban belajar), tunagrahita, tunarungu, debil, embisil, dyslexia dan sebagainya. Sebagai fokus, buku ini hanya akan membahas tips mengatasi ABK yang mempunyai tipe ADD untuk level 1, arti level di sini adalah tingkatan ketunaan paling rendah dan bisa dengan mudah diatasi sejak dini.
2. Ciri yang Tampak pada ADD
Ciri-ciri yang bisa diamati untuk anak ADD secara umum adalah sebagai berikut.
a. Tidak teliti atau sering ceroboh dalam menyelesaikan pekerjaan.
b. Sulit konsentrasi untuk menyelesaikan tugas atau permainan.
c. Sering tidak mendengarkan pada saat diajak berbicara.
d. Cenderung tidak mengikuti instruksi dalam pembelajaran atau pekerjaan.
e. Mengalami masalah/terlihat kebingungan dalam mengatur atau mengorganisasi tugas atau kegiatan.
f. Tidak menyukai (mudah jenuh) atau cenderung menghindari tugas yang memerlukan kemampuan mental dan konsentrasi yang panjang.
g. Sering kehilangan barang-barang atau peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Misalnya: buku, pensil, penghapus dan lain-lain.
h. Mudah terpecah konsentrasinya.
i. Pelupa.
j. Sering melamun di setiap waktu dan tempat.
k. Tidak nyambung jika diajak bicara atau pada saat bertanya tidak sesuai konteks.
l. Tidak bisa eksplor cerita ketika ditanya, yang keluar hanya 1 kata, itupun hanya jika benar-benar nyambung.
m. Terkadang bergerak tanpa sadar seperti menggaruk meskipun tidak gatal, mengerik meja berulangkali meski telah sering diingatkan.
n. Sering terlihat tertawa sendiri karena teringat sesuatu dalam lamunannya.
o. Emosi sering tidak stabil.
p. Berulang-ulang menanyakan hal yang sama dalam sehari.
Ciri-ciri umum anak ABK bertipe ADD seperti di atas disimpulkan dari hasil laporan pendampingan yang tercatat setiap hari pada anak yang berkebutuhan di kelas 1A SDN Percobaan 1 Malang.
Sebagai tambahan dan detail lebih lanjut mengenai ciri-ciri anak ADD, berikut dilampirkan laporan perkembangan selama pendampingan dilakukan.
(lebih lengkap tipsnya dibaca langsung saja bukunya) :D

untuk pemesanan buku, hubungi:
BalasHapusCP: 085746446703 (WA/tlp)
Pin BB: 55BA2048
fb: yuniastari inanahayu
email: yuniastarii@gmail.com