Jumat, 16 Oktober 2015

Skripsi UM 2012: Pengembangan Media Kalender IPS di Kelas V SDN Percobaan 1 Malang



 Skripsi: Development Research

PENGEMBANGAN MEDIA KALENDER IPS DI KELAS V SDN PERCOBAAN 1 MALANG

Peneliti: 
YUNIASTARI INANAHAYU





ABSTRAK

Inanahayu, Yuniastari. 2012. Pengembangan Media Kalender IPS di Kelas V SDN Percobaan 1 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Nawawi, M. Si , (II) Dra. Nur Hanifah, M. Pd.

Kata Kunci:  pengembangan, media Kalender IPS SD

Kemampuan mengingat siswa dalam mengingat tanggal dan mendeskripsikan peristiwa sejarah sangat terbatas. Fakta menunjukkan bahwa daya ingat siswa kelas V SDN Percobaan 1 Malang terhadap tanggal terjadinya peristiwa sejarah dalam materi masa penjajahan Jepang masih kurang. Perlu adanya media yang bisa membantu siswa mengingat tanggal-tanggal peristiwa penting tersebut sehingga siswa mampu mendeskripsikan peristiwa masa penjajahan Jepang berdasarkan tanggalnya dengan benar. Tujuan penelitian pengembangan ini yang pertama adalah untuk menghasilkan produk media Kalender IPS materi masa penjajahan Jepang yang valid dan efektif berdasarkan uji coba ahli media, ahli materi, calon pengguna, dan audiens. Pengumpulan data menggunakan instrumen validasi yang memuat pernyataan/pertanyaan berdasarkan teori prinsip pemilihan media. Metodologi penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall dengan modifikasi yaitu identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, perumusan materi, perancangan media, validasi prototype media oleh uji ahli dan calon pengguna, revisi produk, uji coba audiens, revisi produk, dan produk akhir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media telah dinyatakan sangat valid oleh ahli media, ahli materi, dan calon pengguna dengan perolehan skor masing-masing 115, 111, dan 101. Tingkat validitas ini didasarkan pada kriteria skor validitas yang dikonversikan menggunakan skala Likert. Setelah dilakukan uji coba awal dengan menggunakan subyek coba 10 siswa kelas V didapatkan bahwa media Kalender IPS juga dinyatakan efektif dengan perolehan prosentase keefektifan 87%. Dinyatakan sangat efektif pula berdasarkan kriteria ketercapaian indikator dengan skor 13, dan mencapai kriteria keefektifan media sangat valid berdasarkan hasil postes siswa, yaitu skor 89. Hasil akhirnya adalah produk media Kalender IPS yang bentuknya mengadaptasi dari standar lembar balik dengan ukuran 30 cm x 20 cm x 7,5 cm, dengan spesifikasi terdiri dari 3 saku mika kartu tanggal, kartu gambar, dan kartu deskripsi peristiwa masa penjajahan Jepang, selain itu media Kalender IPS ini juga dilengkapi perangkat lain yaitu profil media, petunjuk penggunaan bagi guru, RPP, dan naskah pendalaman materi.
Karena kartu-kartu dalam media Kalender IPS ini bisa dilepas, disarankan bagi guru bidang studi IPS untuk menggunakan media ini tidak hanya pada satu materi masa penjajahan Jepang saja, guru bisa membuat sendiri kartu-kartu berdasarkan materi IPS yang diangkat dan meletakkan kartu-kartu tersebut ke dalam Kalender IPS untuk digunakan kembali.

Karya Ilmiah: Pembuatan Media Pintu Bilcat

Karya Ilmiah 2013
Penulis: Yuniastari Inanahayu, S.Pd





Karya Ilmiah



Pembuatan Media Pintu Bilcat  
sebagai Inovasi Baru Media Pembelajaran
SDN Percobaan 1 Malang Tahun 2013


 

 Penulis:
Yuniastari Inanahayu, S.Pd








PERNYATAAN KEASLIAN
 IDE DAN TULISAN


Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
            Nama   : Yuniastari Inanahayu, S.Pd
            Lulusan: S1 PGSD UM
            Status  pekerjaan: Shadowteacher Kelas 1A SDN Percobaan 1 Malang

menyatakan dengan sebenarnya bahwa karya ilmiah yang saya tulis ini merupakan ide saya sendiri bukan plagiasi atau menjiplak buah pikiran orang lain baik sebagian maupun seluruhnya.

Apabila di kemudian hari terdapat atau ditemukan adanya plagiasi ide saya dari orang lain, maka saya berhak meminta ganti rugi atas perbuatan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.


Malang, 20 Juni 2013
Yang membuat pernyataan




                                                                                                      Yuniastari Inanahayu, S.Pd



Identitas Pencetus Ide 


Nama                            : Yuniastari Inanahayu, S.Pd
TTL                              : Pasuruan, 22 Juni 1990
Status pekerjaan            : Shadowteacher Kelas 1A SDN Percobaan 1 Malang
Alamat rumah                : Jalan K.H. Abu Manshur 24 Mlaten Nguling Pasuruan 
Nomor kontak               : 085746446703




Pengantar Media

Nama Media: Media Pintu Bilcat (Bilangan loncat)
Pencetus ide: Penulis
Fokus mata pelajaran: Matematika SD
Materi: Membilang Loncat
Sasaran pengguna: Siswa Kelas 1
Semester: 1
Tempat pembuatan: Malang

            MEDIA PINTU BILCAT adalah media pembelajaran baru yang fungsinya membantu menerapkan konsep membilang loncat untuk kelas 1 Sekolah Dasar. Media ini diciptakan berdasarkan hasil observasi pembelajaran kelas yang dilakukan penulis sebagai shadowteacher (guru pendamping anak berkebutuhan khusus) dan hasil diskusi tentang masalah pembelajaran yang dilakukan oleh shadowteacher dan wali kelas 1A SDN Percobaan 1 Malang. Ide pembuatan media ini berawal dari pencarian solusi pemecahan masalah yang terjadi di kelas 1A dalam materi membilang loncat. Guru mengalami hambatan dalam menerapkan konsep serta sangat membutuhkan sarana/media untuk penyampaian materi, siswa juga sering mengalami  kesalahan dalam hasil membilang loncat baik tes lisan maupun tulis. Setelah dilakukan didkusi, penulis menawarkan ide untuk membuat Media Pintu Bilcat, ide tersebut kemudian dikembangkan penulis menjadi media konkret berupa Pintu Bilcat seperti pada gambar di bawah ini.


Gambar Media Pintu Bilcat (Bilangan Loncat)

            Guru harus menyadari bahwa keaktifan membutuhkan keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan pembelajaran (Riyanto, 2009). Media ini perlu penerapan yang lebih signifikan dalam pembelajaran di kelas 1. Untuk itu dimohon guru/wali kelas untuk mengimplikasikan Media Pintu Bilcat ini sekaligus menguji keefektifan penggunaan media bagi anak-anak dalam pembelajaran agar bisa menjadi referensi juga bagi penulis dan pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan untuk pengembangan media lebih lanjut.


Kelebihan dan Kekurangan
Media Pintu Bilcat


1. Kelebihan Pintu Bilcat:
a.       Kegiatan siswa lebih terlihat menonjol karena siswa tidak hanya mendengar tapi juga beraktifitas.
b.      Merangsang kemampuan kinestetis siswa dalam belajar (gerakan buka-tutup pintu).
c.       Membantu mempertajam ingatan siswa dengan angka yang muncul pada pintu saat membilang loncat.
d.      Mempermudah siswa memahami konsep membilang loncat.
e.       Meringankan tugas guru agar bisa fokus sebagai fasilitator pembelajaran.

2. Kekurangan Pintu Bilcat:
a.       Angka yang ada pada Pintu Bilcat hanya terbatas 1 sampai dengan 20 pintu bilangan.
b.      Jika guru kurang tegas dalam instruksi, siswa bisa saja memainkan media tanpa kontrol.
c.       Bentuk media masih belum sempurna.
d.      Lem untuk perekat pintu kurang tahan lama.
e.       Butuh ketelatenan tinggi untuk membuat media terutama pemasangan 20 engsel pintu



 Cara Membuat Media

            Cara membuat Media Pintu Bilcat adalah sebagai berikut.
1.      Siapkan balok kayu dengan ukuran 60x8x3 cm sebagai alas.
2.      Siapkan potongan balok kayu kecil sebanyak 20 potong (ukuran @ 5x4x3 cm).
3.      Pasangkan setiap potongan balok di tepi balok kayu alas dengan engsel (tepi kanan 10 potongan balok, tepi kiri juga 10 potongan balok).
4.      Setelah ke-20 balok terpasang, tempelkan print angka-angka urut dari 1 sampai 20 (kiri ke kanan).
5.      Hias dengan desain cover agar alas lebih menarik.

Desain Media Pintu Bilcat

Cara menggunakan
Media Pintu Bilcat

            Cara menggunakan Media Pintu Bilcat adalah sebagai berikut.
1. Media ini bisa digunakan secara individu atau kelompok siswa.
2. Setting nol pada awal pembelajaran.
3. Guru memberi instruksi awal pada siswa untuk setting pintu bilangan acak yang diminta guru (misalkan yang diminta adalah setting pintu bilangan 1, maka semua siswa harus serempak setting pintu 1).
4. Guru boleh sambil menuliskan di papan agar lebih detail (contoh: “1, ..., ..., ..., ..., ....”).
5. Guru memberi pengarahan pada siswa untuk membilang loncat sesuai instruksi (misal instruksinya: “Anak-anak, coba lakukan membilang loncat 2 setelah pintu 1”.
6. Maka pintu-pintu yang terbuka pada media adalah bilangan loncat berdasarkan instruksi yang diminta tersebut (1, 3, 5, 7, 9, dst sampai dengan batas pintu 20).
7. Guru dan siswa membahas hasil membilang loncat pada Pintu Bilcat bersama-sama.